Protect your ear

19 08 2008

Apakah yang paling penting untuk seorang musisi?

bukan, bukan skill…tetapi telinga.

Percaya atau tidak, kita sekarang ini sedang dilanda teror baru yaitu teror kehilangan pendengaran. Dengan semua teknologi yang membuat revolusi baru di bidang musik, kita juga disuguhkan cara baru mendengarkan musik dan industrialisasi kehidupan urban yang membawa banyak sumber suara baru. Bukan hanya itu tetapi teknologi dan lifestyle juga turut mempengaruhi.

Memang, banyak sekali diantara musisi yang tidak peduli atau kurang perhatian terhadap kesehatan telinga, bahkan banyak juga yang memang sengaja mendengar musik dengan volume sangat keras karena memang begitulah harusnya mendengar musik rock…yeah!

Kita boleh merasa keren karena berdiri dibelakang atau di depan amplifier di konser musik dalam waktu lama dan ketika konser berakhir, telinga kita berdengung dan kita menjadi agak susah mendengar dan merasa pusing…ini dinamakan “Tinnitus” yang diakibatkan terlalu lama ter-expose di suara yang terlampau keras.
Profesi sebagai musisi adalah sesuatu hal yang ironis karena profesi yang sangat mengandalkan telinga ini juga ternyata adalah profesi yang paling rawan mengalami kerusakan pendengaran.

mungkin tingkat kerawanan itu adalah seperti ini :


seperti kita bisa lihat bahwa latihan band dan club dugem ajeb-ajeb masuk di list danger zone yang cukup memprihatinkan. Padahal, berapa banyak orang yang berprofesi disini? dengan berkembangnya teknologi dan lifestyle, kita seakan mengesampingkan bahaya yang melanda kehidupan kita, mungkin karena cuek atau memang tidak tahu.

Parahnya lagi, kita tidak sadar bahwa kita sudah mengalami kerusakan pendengaran karena memang tidak ada gejala yang pasti, beda dengan lumpuh atau pingsan, dengan seringnya kita mendengarkan musik atau berada di lingkungan yang masuk di list danger zone diatas, kita tidak akan pernah sadar…until it’s too late.

Oleh karena itu, dianjurkan beberapa saran ini :

  1. wear ear plugs. Parahnya, shift di studio latihan biasanya 2 – 3 jam, selama itu pula telinga kita dipaksa mendengarkan musik yang keras dari amplifier, drum, speaker monitor dan juga reverb ruangan yang semakin membuat tumpang tindih suara didalam ruang studio tanpa ada “exhaust” sehingga semakin membuat suara bertambah keras dan meningkat 2 x lipat.
  2. control your volume. ingat kata orang tua, jangan mendengar musik pake earphone terlalu keras dan kelamaan…nenek bilang itu berbahaya…
  3. Get better headphones. eEarphones yang bagus selain berfungsi mendengar musik dengan detail dan jelas juga harus bisa menutup sebagian besar suara ke telinga, ini dinamakan “noise isolation”. earphones yang bagus juga artinya kita tidak perlu menaikkan volume ipod dengan keras karena kita berada di mall yang penuh suara orang sehingga kita mengeraskan volume untuk mendengarkan musik secara detail, hal ini yang terjadi di banyak orang. misalnya kita berada di terminal busway dengan tingkat kekerasan 90 Decibel, kita bisa mengeraskan volume hingga 120 Decibel untuk mendengar detail musik tersebut, inilah yang terjadi dengan earphone putih bawaan ipod.
  4. Give it a rest. Seperti manusia pada umumnya, telinga juga butuh waktu istirahat, terutama setelah latihan band, menonton konser atau aktifitas lainnya yang membuat telinga menerima suara keras selama beberapa waktu. Telinga perlu waktu kira-kira 18 jam sebelum kembali normal dari terpaan suara keras.
  5. Stop smoking! no, seriously…smoking is hazardous not only to your lung but also to your ear. Telinga memerlukan pelancaran peredaran darah di daerah dalamnya setelah deraan suara keras selama beberapa waktu. Menurut audiologist Michael Santucci “after a loud show, the way you get better is through blood supply to your inner-ear nerve cells, if you do something cardiovascularly restrictive like smoking, your blood supply won’t be as good. You’re being exposed to 2 toxins, the cardiovascular toxin and the noise toxin.

Actions

Information

2 responses

19 08 2008
pinkuinz

wach…bahaya tuch…

mau ngurangi dengerin musik pake earphone dech…

dari pada tuli pada usia dini….

19 08 2008
thrckstr

hahaha,, kagak juga broo,,,
presepsi elo tentang tulisan gw diatas salahh , , ,

elo boleh pakek headphone/earphone/earbud…
tapi kualitasnya yang baguss,,,
kayak punya gw tuh,,,hehehe pamer nih!!!

intinya gini, elo tuh kalo beli headphone. harus elo coba dulu.
pas elo pake, suara2 dari luar kedengeran kagak ? ?
nah yang paling bagus tuh, kalo lo pas pakek headphone,, suara dari luar gak kedengeran sama sekali,,,
dan kalo misalnya ngedengerin musik,, suaranya kecillll ajah,, dan kalo headphone nya bagus. sekecil apapun suara. kedetailan dan kehalusan sound yang dihasilkan dari lagu yang elo dengerin bakal tetep terasa.

Leave a comment